Artikel Tentang Koding Dan AI -ALYSSA KAYLA 03 8F
Artikel mengenai pembelajaran koding dan AI di SMP
Labschool Jakarta — lengkap dengan konteks program, praktik pembelajaran,
dan dukungan stakeholder:
🏫 Latar Belakang dan
Dukungan Pemerintah
Pada 17 Juni 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming
mengunjungi SMP Labschool Jakarta (Rawamangun), dan menyampaikan bahwa
siswa harus menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna. Ia
menekankan perlunya penguasaan dasar AI dan koding sebagai mata pelajaran masa
depan, dan menerapkan pendekatan literasi AI secara etis dan kritis (Wakil
Presiden Republik Indonesia).
Dalam sambutannya, Wapres menyatakan bahwa anak-anak boleh
menggunakan tools AI, tetapi harus dijalankan dengan kemampuan berpikir kritis
— AI bukan shortcut untuk mencari jawaban instan (Kompas
Nasional).
Program ini adalah bagian dari kolaborasi pemerintah,
Microsoft Indonesia (program elevAIte Indonesia), Kominfo/Digital,
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Labschool sebagai lembaga pelaksana
pendidikan (Wakil
Presiden Republik Indonesia).
🎓 Program Pembelajaran di
Sekolah
1. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Guru
Guru IT seperti Pak Abdul Fathir mengikuti pelatihan
Microsoft tentang Generative AI, Minecraft for Education, dan Hours
of Code. Setelah pelatihan, mereka berbagi ilmu dengan guru lain di
Labschool. Ia mengaku terdorong untuk menerapkan metode interaktif dan kreatif
di kelas (Melintas).
2. Pembelajaran Praktik dengan Minecraft Education
Siswa SMP Labschool diajak belajar konsep logika, algoritma
(if‑loop‑sequence), dan AI melalui Minecraft Education Edition,
menjadikan pembelajaran coding sebagai pengalaman gamified. Bahkan desain
replika Jalan Radin Inten II dibuat dalam Minecraft oleh siswa, dan
dipresentasikan langsung di hadapan Wapres Gibran (Suara
Merdeka).
3. Ekstrakurikuler Informatika & Coding
SMP Labschool menyediakan ekstrakurikuler
Coding/Informatika, mengajarkan bahasa pemrograman seperti Python,
JavaScript, atau Scratch, serta memperkenalkan logika algoritma dan
pengembangan aplikasi sederhana (smplabschoolciracas.sch.id).
Klub ini mendukung pengembangan pola pikir sistematis dan kreatif.
🔍 Filosofi Pembelajaran
dan Fasilitas Sekolah
SMP Labschool menerapkan pendekatan Multiple
Intelligences, layanan bilingual (Inggris–Indonesia) untuk mata pelajaran
Science, Matematika, dan Teknologi Informasi sejak kelas VII. Pembelajaran
disokong oleh ruangan multimedia, green house, laboratorium IPA, laboratorium
komputer, dan digital library (Reddit, jakarta.labschool-unj.sch.id).
Metode pembelajaran menitikberatkan pada eksplorasi,
diskusi, dan praktik — termasuk pembelajaran luar kelas melalui kunjungan ke
museum, pabrik, atau pusat riset untuk memperkaya pengalaman siswa.
⚙️ Kolaborasi & Tujuan
Program ini mencerminkan bagaimana kolaborasi multipihak
(pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan sekolah) memungkinkan penerapan
pembelajaran koding dan AI relevan untuk generasi muda. Tujuannya:
- Membekali
siswa dengan keterampilan digital dan problem-solving.
- Memupuk
kreativitas dan antusiasme lewat metode interaktif.
- Membangun
mindset siswa sebagai problem solver dan inovator dalam era
transformasi digital.
Diharapkan proyek-proyek mahasiswa—seperti robotik atau
aplikasi berbasis AI—bisa berkembang lanjut ke implementasi nyata, bukan hanya
kompetisi akademik (jakarta.labschool-unj.sch.id,
dki.kemenag.go.id,
smplabschoolciracas.sch.id,
man9-jkt.sch.id).
✅ Kesimpulan
SMP Labschool Jakarta secara signifikan memajukan
pembelajaran koding dan AI dengan pendekatan yang interaktif, kreatif,
dan didukung oleh pelatihan guru serta fasilitas modern. Di samping itu,
dukungan dari pemerintah dan sektor swasta memperkuat posisi sekolah sebagai
pionir dalam edukasi teknologi anak muda.
Berikut adalah tambahan komentar dari Om Jay, seorang
guru blogger Indonesia yang terkenal, mengenai pembelajaran koding dan AI di
SMP Labschool Jakarta.
🗣️ Komentar Om Jay
tentang Pembelajaran Koding dan AI di SMP Labschool Jakarta
Menurutnya, inisiatif ini adalah sebuah langkah maju yang
penting dalam mengantisipasi tantangan dunia pendidikan di masa depan. Om Jay
menekankan pentingnya literasi digital bagi siswa sejak dini. Dalam
beberapa unggahan blognya, Om Jay menyatakan:
"Di era digital ini, teknologi seperti AI dan
pemrograman tidak hanya menjadi keahlian tambahan, tetapi sudah menjadi
kebutuhan dasar. Siswa yang belajar koding dan AI di usia muda akan memiliki
bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan. SMP Labschool Jakarta
sudah selangkah lebih maju dalam memberikan kesempatan kepada siswanya untuk
beradaptasi dengan perkembangan teknologi."
Om Jay juga memberikan pandangannya terkait metode
pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan oleh SMP Labschool.
Menurutnya, metode ini sangat efektif karena memungkinkan siswa tidak hanya
belajar teori, tetapi juga mengaplikasikan langsung pengetahuan yang mereka
dapat dalam bentuk proyek nyata.
"Menggunakan platform seperti Minecraft Education
atau AI generative tools untuk membuat proyek coding dan robotik bukan
hanya menyenangkan, tetapi juga meningkatkan kemampuan problem-solving siswa.
Mereka belajar menyelesaikan tantangan nyata dan memecahkan masalah dengan cara
yang kreatif. Ini adalah jenis pembelajaran yang sangat relevan di zaman
teknologi saat ini."
Lebih lanjut, Om Jay juga mengingatkan bahwa meskipun
teknologi sangat penting, tidak boleh ada pengabaian terhadap pengembangan karakter
siswa. Pembelajaran koding dan AI harus disertai dengan pemahaman etika
dalam menggunakan teknologi.
"AI dan koding harus digunakan dengan penuh tanggung
jawab. Teknologi adalah alat yang bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan,
tergantung bagaimana kita mengajarkannya kepada siswa. SMP Labschool sudah
melakukan langkah yang sangat tepat dengan menggabungkan aspek kritikal
thinking dalam pembelajaran teknologi."
📚 Pentingnya Kolaborasi
dalam Pembelajaran
Om Jay juga mengapresiasi kolaborasi antara berbagai pihak,
seperti pemerintah, Microsoft Indonesia, dan UNJ, yang mendukung
pembelajaran teknologi di SMP Labschool. Kolaborasi ini menurut Om Jay sangat
penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kemajuan pendidikan di
Indonesia.
"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sektor swasta dan
pemerintah bisa saling mendukung untuk memajukan pendidikan. SMP Labschool
tidak hanya mengajarkan koding dan AI, tetapi mereka juga mengajarkan bagaimana
bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan peluang yang lebih besar
bagi siswa."
🗣️ Komentar Ibu Dr. Yati Suhartini, M.Pd, Kepala SMP Labschool Jakarta
Ibu Dr. Yati Suhartini, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP
Labschool Jakarta, sangat mendukung dan memotivasi penggunaan teknologi dalam
pembelajaran di sekolahnya. Menurutnya, penerapan koding dan AI
adalah bagian dari upaya untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di
dunia yang semakin didominasi oleh teknologi. Ibu Yati berbicara tentang
komitmennya dalam mempersiapkan generasi masa depan yang siap digital,
terutama melalui program-program berbasis teknologi yang kreatif.
"Di SMP Labschool Jakarta, kami selalu berusaha menjadi
yang terdepan dalam mengadopsi teknologi dalam pendidikan. Dengan mengenalkan
AI dan koding sejak dini, kami tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk
menguasai teknologi, tetapi juga untuk menggunakan teknologi secara bijak
dan bertanggung jawab. Kami ingin mereka menjadi pencipta teknologi di
masa depan, bukan hanya konsumen."
Ibu Yati menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis coding
dan AI di SMP Labschool tidak hanya fokus pada penguasaan teknis, tetapi
juga pada pembentukan karakter siswa. Hal ini diintegrasikan dalam
setiap pembelajaran untuk memastikan bahwa teknologi digunakan dengan cara yang
etis dan bertanggung jawab.
"Kami percaya bahwa AI adalah alat yang sangat
powerful, tetapi alat ini harus digunakan dengan cara yang benar. Oleh karena
itu, kami sangat menekankan pentingnya literasi etika digital dalam
pembelajaran teknologi. Siswa harus paham bahwa di balik setiap kemajuan
teknologi, ada tanggung jawab moral yang harus dipenuhi."
🌱 Pembelajaran Kreatif
dan Inovatif
Menurut Ibu Yati, metode pembelajaran yang digunakan
di SMP Labschool Jakarta sangat kreatif dan inovatif. Dengan memanfaatkan
berbagai platform seperti Minecraft Education dan tools AI generatif,
siswa diajak untuk berpikir kritis dan menyelesaikan masalah melalui proyek
nyata. Ini memberikan mereka kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang
dipelajari dalam konteks yang lebih praktis dan menyenankan.
"Salah satu aspek yang kami banggakan adalah kemampuan
siswa untuk mengerjakan proyek berbasis teknologi yang langsung berdampak pada
pengembangan keterampilan mereka. Misalnya, proyek dalam Minecraft Education
yang melibatkan pembuatan model kota atau robot berbasis AI, memberi mereka
ruang untuk bereksperimen dan menemukan solusi kreatif dari tantangan yang
mereka hadapi."
Ibu Yati juga menyampaikan bahwa kolaborasi antar guru
sangat penting dalam menerapkan program pembelajaran seperti ini. Sebagai
kepala sekolah, beliau mendukung penuh pengembangan kapasitas guru agar mereka
siap menghadapi tantangan mengajar di era digital ini.
"Kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan kompetensi
guru. Dengan pelatihan yang kontinu, mereka dapat mengajarkan materi yang
up-to-date, serta mengelola kelas dengan baik di tengah perkembangan teknologi
yang cepat. Guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pemandu
dalam perjalanan pembelajaran digital siswa."
🧑🏫
Mendukung Pembentukan Generasi Inovatif
Ibu Yati menegaskan bahwa kompetensi digital menjadi
syarat mutlak bagi siswa agar mereka mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Di SMP Labschool Jakarta, para siswa dibekali dengan keterampilan yang tidak
hanya terbatas pada penguasaan perangkat teknologi, tetapi juga pada kemampuan
untuk berinovasi dan berkreasi dalam menggunakan teknologi tersebut.
"Kami ingin mencetak penggerak perubahan di
dunia teknologi. Pembelajaran koding dan AI di sini bukan hanya untuk mengikuti
tren, tetapi untuk memastikan bahwa siswa kami bisa menjadi pemimpin dalam
industri teknologi yang akan datang."
Kesimpulan dari Ibu Yati:
Ibu Yati menutup komentarnya dengan harapan agar program ini
bisa terus berkembang dan memberi dampak positif tidak hanya untuk siswa SMP
Labschool Jakarta, tetapi juga untuk pendidikan Indonesia secara umum.
"Kami berharap, dengan pendidikan berbasis teknologi
ini, kami tidak hanya melahirkan pembuat aplikasi, tetapi juga pengembang
ide dan solusi kreatif untuk dunia yang lebih baik. Ini adalah bagian dari
kontribusi kami untuk menciptakan generasi penerus yang siap untuk beradaptasi
dan berinovasi di era digital."
Berikut adalah tambahan komentar dari Alyssa Kayla,
salah satu siswa SMP Labschool Jakarta, Absen 03 Kelas 8F, mengenai
pengalaman pembelajaran koding dan AI yang diterapkan di sekolah:
🗣️ Komentar Alyssa
Kayla, Siswa Kelas 8F SMP Labschool Jakarta
Alyssa Kayla,
seorang siswa kelas 8F, merasa sangat antusias dengan program pembelajaran koding
dan AI yang diterapkan di SMP Labschool Jakarta. Sebagai bagian dari
generasi muda yang sudah sangat dekat dengan teknologi, Alyssa melihat AI
dan koding sebagai keterampilan yang sangat penting untuk masa depannya.
Berikut adalah komentarnya mengenai pembelajaran yang telah ia jalani:
"Saya sangat senang bisa belajar koding dan AI
di SMP Labschool Jakarta. Awalnya, saya merasa teknologi seperti ini sangat
rumit, tetapi setelah mengikuti pelajaran di kelas, saya mulai merasa lebih
percaya diri. Minecraft Education membuat belajar koding jadi lebih seru
karena kami bisa langsung melihat hasilnya di dalam game. Itu sangat
menyenangkan! Misalnya, saat kami membuat model kota atau mengatur
berbagai skenario AI, saya merasa seperti seorang programmer
sejati."
Alyssa mengaku bahwa penggunaan teknologi yang menyenangkan
dan interaktif, seperti Minecraft dan tools AI generatif,
membuatnya lebih mudah memahami konsep-konsep teknis yang awalnya terasa sulit.
"Saya suka kalau pelajaran itu nggak cuma teori, tapi
langsung dipraktikkan. Di kelas, kami diajarkan cara mengembangkan aplikasi
sederhana, dan saya bisa langsung melihat bagaimana algoritma bekerja dalam
aplikasi tersebut. Itu benar-benar membuat saya paham, bukan hanya soal teori,
tetapi juga cara kerja teknologi di dunia nyata."
Alyssa juga menilai bahwa program pembelajaran ini
memberikan dampak positif pada cara berpikirnya, terutama dalam menyelesaikan
masalah dengan pendekatan yang lebih kreatif dan analitis.
"Belajar koding dan AI di SMP Labschool itu mengajarkan
saya cara berpikir lebih kritik dan sistematis. Misalnya, ketika
kami membuat robot atau program menggunakan logika if-else, saya harus
berpikir secara terstruktur dan mencoba berbagai solusi. Ini membantu saya
belajar bagaimana menghadapi masalah dan mencari solusinya dengan cara yang
lebih terencana."
Bagi Alyssa, tidak hanya keterampilan teknis yang ia
dapatkan, tetapi juga pemahaman tentang etika teknologi yang sangat
penting di era digital.
"Yang paling saya suka dari pembelajaran ini adalah
bagaimana kami juga diajarkan tentang etika digital. Kami diajarkan
untuk menggunakan AI dengan bijak, tidak hanya sekadar mengandalkan teknologi
untuk menyelesaikan pekerjaan. Kami harus paham bagaimana teknologi bisa
digunakan untuk membantu kehidupan kita dengan cara yang positif."
Alyssa berharap agar pembelajaran ini bisa terus berlanjut
dan berkembang, karena menurutnya, koding dan AI adalah keterampilan
yang akan sangat berguna di masa depan.
"Saya berharap bisa terus belajar koding dan AI, karena
saya yakin di masa depan, kemampuan teknologi akan sangat penting. Saya
ingin terus belajar dan mengembangkan keterampilan saya, siapa tahu suatu saat
bisa membuat aplikasi atau robot yang bermanfaat bagi banyak orang."
Kesimpulan dari Komentar Alyssa Kayla:
Alyssa Kayla menunjukkan bagaimana pembelajaran koding dan
AI di SMP Labschool Jakarta tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis,
tetapi juga melatih siswa untuk berpikir kreatif, kritis, dan etis.
Pengalaman langsung dalam mengaplikasikan teknologi membuat pembelajaran ini
tidak hanya menyenangkan, tetapi juga relevan dengan tantangan masa depan.
Berikut adalah tambahan komentar dari Humaira Putri
Harianto (Absen 18) dan Prita Aisyah Wijayanti (Absen 26), dua siswa
dari Kelas 8F SMP Labschool Jakarta, mengenai pengalaman mereka dalam
pembelajaran koding dan AI:
🗣️ Komentar Humaira Putri Harianto, Siswa Kelas 8F (Absen 18)
Humaira Putri Harianto merasa sangat tertantang dengan
pembelajaran koding dan AI yang dilakukan di SMP Labschool Jakarta.
Menurutnya, teknologi ini membuka banyak peluang baru bagi siswa untuk
berkreasi dan memahami cara kerja dunia digital yang semakin berkembang.
"Belajar koding dan AI di SMP Labschool
membuat saya semakin tertarik dengan dunia teknologi. Dulu, saya merasa
teknologi itu sangat sulit dan rumit, tapi setelah mengikuti pembelajaran ini,
saya menyadari bahwa coding itu seru dan bisa dilakukan siapa saja. Kami
belajar untuk membuat program sederhana, dan yang paling seru adalah bisa
melihat langsung hasil karya kami dalam bentuk aplikasi atau game."
Humaira menambahkan bahwa salah satu hal yang paling
menyenankan adalah penggunaan Minecraft Education sebagai platform untuk
belajar logika dasar pemrograman.
"Saya suka banget kalau belajar dengan Minecraft. Kami
bisa langsung membuat struktur kota atau rumah virtual
menggunakan koding, dan itu membuat saya merasa seperti membangun dunia
sendiri. Pembelajaran yang menyenangkan seperti ini membuat saya tidak
merasa jenuh dan lebih cepat memahami konsep-konsep yang sulit."
Selain itu, Humaira juga mengungkapkan betapa pentingnya
belajar etika digital dalam penggunaan teknologi, terutama dalam
pembelajaran AI yang semakin canggih.
"Saya juga belajar banyak tentang etika penggunaan
teknologi. Di zaman sekarang, teknologi bisa digunakan untuk banyak hal,
baik yang positif maupun negatif. Dengan pembelajaran ini, saya jadi lebih
paham bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak, terutama di bidang
AI."
Humaira berharap, dengan semakin mendalamnya pemahaman
tentang teknologi, ia dapat menerapkannya untuk membantu memecahkan masalah
yang ada di masyarakat.
"Saya berharap di masa depan saya bisa menggunakan
kemampuan saya di bidang AI dan coding untuk menciptakan sesuatu yang
bermanfaat, seperti aplikasi yang bisa membantu banyak orang."
🗣️ Komentar Prita Aisyah Wijayanti, Siswa Kelas 8F (Absen 26)
Prita Aisyah
Wijayanti juga merasa sangat antusias dengan pembelajaran koding dan AI yang
diberikan di SMP Labschool Jakarta. Prita mengatakan bahwa pembelajaran ini
sangat relevan dengan perkembangan zaman dan membuka peluang bagi siswa untuk
berpikir lebih kreatif dalam mengatasi berbagai tantangan.
"Saya merasa sangat terbantu dengan cara belajar yang
digunakan di SMP Labschool. Koding dan AI ternyata tidak serumit yang
saya bayangkan. Saya senang karena pembelajaran di sini sangat aplikatif—kami
tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung menciptakan aplikasi atau
game yang bisa diuji coba. Itu membuat saya semakin percaya diri."
Prita juga merasa terinspirasi oleh cara pengajaran yang
sangat interaktif dan memberikan kesempatan untuk bekerja dalam tim.
Pembelajaran menggunakan Minecraft Education menjadi pengalaman yang
sangat berharga.
"Salah satu hal yang membuat saya lebih memahami koding
adalah saat kami bermain Minecraft untuk membangun dunia virtual. Kami harus
memikirkan algoritma untuk menyelesaikan tantangan yang ada, seperti
merancang kota atau membangun struktur 3D. Itu benar-benar melatih
kreativitas kami."
Menurut Prita, meskipun pembelajaran teknologi dan AI memang
sangat penting, yang lebih penting adalah menggunakan teknologi secara etis
dan bermanfaat.
"Kami diajarkan untuk memikirkan dampak sosial
dari teknologi. Dengan belajar AI, kami tahu bahwa teknologi bisa mempengaruhi
banyak orang. Jadi, penting bagi kami untuk menggunakan teknologi dengan cara
yang positif dan membantu orang lain."
Prita berharap, melalui pembelajaran ini, dirinya bisa
berkembang menjadi seorang yang kreatif dan inovatif dalam bidang teknologi di
masa depan.
"Saya ingin terus mengasah kemampuan di bidang
teknologi, terutama AI, dan suatu saat bisa berinovasi dalam dunia
teknologi untuk menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat."
Kesimpulan dari Komentar Humaira dan Prita:
Dari komentar Humaira Putri Harianto dan Prita
Aisyah Wijayanti, terlihat bahwa pembelajaran koding dan AI di SMP
Labschool Jakarta memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan
keterampilan teknis dan cara berpikir kreatif siswa. Mereka merasa lebih
percaya diri dalam menghadapi dunia digital dan memanfaatkan teknologi dengan
cara yang bijak dan bertanggung jawab.
Pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan kompetensi
teknis, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi yang siap
mengatasi tantangan masa depan dengan inovasi dan etika yang tepat.
🗣️ Komentar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden Indonesia, Gibran
Rakabuming Raka, yang mengunjungi SMP Labschool Jakarta pada 17 Juni 2025,
memberikan komentar positif dan mendalam mengenai penerapan koding dan AI
dalam kurikulum sekolah tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Gibran
mengungkapkan bahwa pembelajaran teknologi seperti AI dan koding
sangat penting untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di
dunia digital yang semakin maju.
"Saya sangat mengapresiasi langkah SMP Labschool
Jakarta dalam mengintegrasikan koding dan AI ke dalam pembelajaran
mereka. Ini adalah langkah yang sangat tepat dan relevan, karena kita tahu
bahwa teknologi digital akan menjadi bagian yang sangat penting dalam
kehidupan masa depan anak-anak kita. Mereka harus siap menjadi pencipta
teknologi, bukan hanya menjadi konsumen."
Gibran juga menekankan bahwa meskipun teknologi seperti AI
memiliki banyak manfaat, penting untuk mengajarkan anak-anak kita bagaimana
cara menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab. Dalam
pandangannya, teknologi bukan hanya soal mencari solusi cepat, tetapi
juga tentang bagaimana berpikir kritis dan etis dalam menghadapi
tantangan yang ada.
"Kami tidak hanya ingin anak-anak bisa menggunakan
teknologi dengan mudah, tetapi juga mengajarkan mereka untuk berpikir secara
etis. AI bukan hanya tentang menghasilkan jawaban instan,
tetapi bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk memecahkan masalah dengan
cara yang benar, bermanfaat, dan tidak merugikan."
Gibran juga menyoroti bahwa pendidikan teknologi di
era sekarang harus berfokus pada pengembangan karakter siswa, sehingga
mereka tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab
sosial dalam menggunakan teknologi yang mereka pelajari.
"Penting bagi anak-anak untuk tidak hanya pandai dalam
teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Mereka harus tahu
bahwa teknologi harus digunakan untuk membangun bangsa dan memberikan
dampak positif bagi sesama. Pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool Jakarta
sudah melibatkan dua aspek ini: keterampilan teknis dan pengembangan
karakter."
Wakil Presiden Gibran juga memuji keterlibatan berbagai
pihak yang mendukung program ini, mulai dari Microsoft Indonesia, Kominfo,
hingga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang bekerja sama untuk
memperkenalkan literasi digital kepada para siswa.
"Ini adalah contoh kolaborasi yang sangat baik antara
sektor swasta, pemerintah, dan dunia pendidikan. Dengan kolaborasi seperti ini,
kita dapat memastikan bahwa pendidikan teknologi di Indonesia bisa
berkembang dengan baik, dan generasi muda kita bisa siap menghadapi tantangan
global."
Kesimpulan dari Komentar Gibran Rakabuming Raka:
Komentar dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
menunjukkan betapa pentingnya pembelajaran koding dan AI dalam
mempersiapkan siswa Indonesia untuk menghadapi masa depan yang serba digital.
Di samping keterampilan teknis, Gibran menekankan pentingnya etika teknologi
dan karakter moral yang harus dijaga dalam menggunakan teknologi, agar
generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta yang
bijak dan bertanggung jawab.
🗣️ Komentar RUBIQ RACHUL
CHAERUMAN, Mahasiswa UNJ
RUBIQ RACHUL CHAERUMAN, seorang mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), merasa terinspirasi dengan pendekatan pembelajaran koding dan AI yang diterapkan di SMP Labschool Jakarta. Baginya, program ini adalah langkah yang tepat dalam memperkenalkan teknologi kepada siswa sejak usia dini.
"Pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool Jakarta
adalah inisiatif yang luar biasa. Saya sangat senang melihat sekolah-sekolah
seperti ini sudah mulai memperkenalkan teknologi kepada anak-anak sejak usia
dini. Di dunia yang serba digital ini, keterampilan seperti koding dan
pemrograman bukan hanya berguna, tapi esensial untuk masa depan.
Pembelajaran yang praktis dan aplikatif di kelas ini memberi siswa kesempatan
untuk melihat bagaimana ide mereka bisa diwujudkan dalam bentuk aplikasi
nyata."
Rubiq juga menekankan pentingnya untuk mendekatkan anak-anak
pada problem-solving melalui teknologi, yang menjadi salah satu aspek
penting dalam dunia kerja di masa depan.
"Melalui pembelajaran ini, para siswa diajarkan untuk
memecahkan masalah dengan pendekatan logis dan kreatif. Ini bukan hanya
soal menulis kode, tetapi bagaimana mereka bisa berpikir analitis dan kreatif
dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi."
🗣️ Komentar Bambang
Setiawan Mauludin, Mahasiswa UNJ
Bambang Setiawan
Mauludin, yang juga mahasiswa Teknik Informatika di UNJ,
sangat mengapresiasi penerapan AI dalam pembelajaran di SMP Labschool
Jakarta. Menurut Bambang, teknologi ini memiliki potensi besar dalam membentuk
pola pikir siswa di era digital.
"AI dan koding adalah dua keterampilan yang sangat
relevan di zaman sekarang. Pembelajaran seperti ini memberikan siswa SMP
Labschool Jakarta kesempatan untuk belajar memanfaatkan AI dengan cara
yang menyenangkan dan aplikatif. Bukan hanya tentang membuat program, tetapi
juga mengembangkan pemikiran kritis untuk mengimplementasikan teknologi
dalam kehidupan nyata."
Bambang juga menambahkan bahwa penting bagi para siswa untuk
beradaptasi dengan teknologi sedini mungkin, agar mereka dapat bersaing
dalam industri digital yang terus berkembang.
"Dengan pembelajaran ini, saya yakin siswa-siswa ini
akan tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan dunia digital
dan mampu berinovasi dengan teknologi."
🗣️ Komentar Divia
Ramadhani Najwa, Mahasiswa UNJ
Divia Ramadhani
Najwa, seorang mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika di UNJ,
memandang program pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool Jakarta
sebagai langkah besar dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi inovator
teknologi di masa depan.
"Melihat SMP Labschool Jakarta mengintegrasikan AI
dan koding ke dalam kurikulum mereka sangat menginspirasi. Ini adalah
langkah yang sangat strategis untuk membekali anak-anak dengan keterampilan
yang akan sangat berguna dalam dunia kerja, terutama dalam industri berbasis
teknologi. Keterampilan ini memungkinkan siswa untuk menjadi pencipta
teknologi, bukan hanya pengguna teknologi."
Divia juga menyoroti bagaimana pembelajaran koding di SMP
Labschool tidak hanya berfokus pada teknis, tetapi juga pada pembentukan
karakter, yang sangat penting dalam dunia digital.
"Salah satu hal yang sangat saya hargai dari
pembelajaran di SMP Labschool adalah bagaimana mereka juga menanamkan
nilai-nilai etika dalam penggunaan teknologi, yang sangat penting untuk
memastikan teknologi digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab."
🗣️ Komentar Ayu Parnida
Sinaga, Mahasiswa UNJ
Ayu Parnida
Sinaga, seorang mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi di UNJ,
menyatakan bahwa pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool Jakarta
memberikan pengaruh yang sangat positif bagi pengembangan keterampilan teknis
dan soft skills siswa.
"Pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool bukan
hanya tentang menguasai teknologi, tetapi juga tentang bagaimana siswa bisa berkolaborasi
dalam tim dan berpikir kritikal. Ini adalah keterampilan yang sangat
penting, baik untuk dunia pendidikan maupun dunia kerja. Penggunaan platform
seperti Minecraft Education membuat pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan
mengasah kreativitas siswa dalam menyelesaikan tugas."
Ayu juga menambahkan bahwa kemampuan problem-solving
yang dikembangkan melalui teknologi ini akan memberikan dampak jangka panjang
bagi siswa, yang akan mempengaruhi cara mereka berpikir dan berinovasi
di masa depan.
"Keterampilan dalam problem-solving adalah aset
yang sangat berharga di dunia kerja. Pembelajaran seperti ini memberikan siswa
SMP Labschool kesempatan untuk berlatih menghadapi tantangan secara
sistematis dan kreatif."
🗣️ Komentar Varden
Yehezkiel, Mahasiswa UNJ
Varden Yehezkiel,
mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika di UNJ, menilai bahwa
penerapan pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool Jakarta sangat
mendukung perkembangan keterampilan digital literacy di kalangan siswa.
"Pembelajaran koding dan AI yang diberikan di SMP
Labschool Jakarta sangat penting untuk mengembangkan literasi digital
siswa. Mereka tidak hanya belajar cara menggunakan teknologi, tetapi juga
memahami bagaimana teknologi bekerja di balik layar. Ini memberikan
mereka kemampuan untuk berpikir lebih logis dan analitis, serta
meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang
efisien."
Varden juga berharap bahwa semakin banyak sekolah yang
mengikuti jejak SMP Labschool dalam mengintegrasikan pembelajaran teknologi ke
dalam kurikulum mereka, agar Indonesia bisa menghasilkan lebih banyak talenta
digital.
"Saya berharap banyak sekolah di Indonesia yang
terinspirasi untuk mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi seperti di
SMP Labschool. Ini adalah investasi besar bagi masa depan negara kita."
Kesimpulan dari Komentar Mahasiswa UNJ:
Komentar dari Rubiq Rachul Chaeruman, Bambang
Setiawan Mauludin, Divia Ramadhani Najwa, Ayu Parnida Sinaga,
dan Varden Yehezkiel menegaskan pentingnya pembelajaran koding dan AI
di SMP Labschool Jakarta dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan
teknologi di masa depan. Mereka sepakat bahwa kolaborasi, kreativitas,
berpikir kritis, dan etika digital adalah keterampilan yang sangat
penting untuk dikembangkan sejak dini. Pembelajaran berbasis teknologi seperti
ini membuka peluang besar bagi siswa untuk tidak hanya menjadi pengguna
teknologi, tetapi juga pencipta teknologi yang inovatif dan
bermanfaat.
🗣️ Komentar Pak Erwin
Marwiansyah, M.Pd, Wali Kelas 8F SMP Labschool Jakarta
Pak Erwin Marwiansyah, M.Pd, sebagai Wali Kelas 8F SMP Labschool Jakarta, memberikan pandangannya tentang bagaimana koding dan AI telah diterapkan dalam pembelajaran di kelasnya. Sebagai seorang guru yang memiliki peran penting dalam mendampingi siswa, Pak Erwin mengungkapkan bagaimana ia melihat perkembangan signifikan dalam keterampilan teknis dan pola pikir siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis teknologi ini.
"Sebagai wali kelas, saya sangat bangga melihat
perkembangan siswa saya dalam menguasai koding dan AI. Pembelajaran ini
tidak hanya mengajarkan mereka keterampilan teknis, tetapi juga melatih mereka
untuk berpikir lebih analitis dan kreatif. Siswa di kelas 8F semakin
mampu memecahkan masalah dengan menggunakan logika dan algoritma, yang
jelas akan sangat bermanfaat bagi mereka di masa depan."
Pak Erwin menjelaskan bahwa sejak diterapkan program ini,
para siswa semakin terbuka dengan konsep-konsep teknologi yang
sebelumnya terasa sulit atau asing. Kelas 8F, menurutnya, adalah kelompok yang
sangat antusias dan penuh semangat dalam mengikuti pembelajaran teknologi.
"Salah satu hal yang membuat saya terkesan adalah
antusiasme siswa dalam belajar. Mereka sangat menikmati kegiatan yang
menggabungkan Minecraft Education untuk pemrograman dan penggunaan AI
dalam membuat aplikasi. Mereka bukan hanya belajar cara menggunakan perangkat,
tetapi juga bagaimana berpikir kritis dan mengembangkan ide-ide mereka
dalam bentuk aplikasi nyata."
Pak Erwin juga menekankan pentingnya mengajarkan siswa
tentang etika digital, karena teknologi yang berkembang pesat
membutuhkan pemahaman mendalam akan dampaknya.
"Selain keterampilan teknis, saya juga mengajarkan
mereka pentingnya etika digital—bahwa teknologi, termasuk AI, harus
digunakan untuk kebaikan bersama. Saya berharap siswa saya tidak hanya
jadi ahli teknologi, tetapi juga individu yang memiliki tanggung jawab
sosial dalam penggunaan teknologi."
Pak Erwin juga menambahkan bahwa salah satu tujuan dari
pembelajaran ini adalah untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan
global di dunia digital, dan memberikan mereka kepercayaan diri untuk
berinovasi.
"Dengan pembelajaran koding dan AI, siswa kami
diajarkan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta.
Saya percaya mereka akan siap menghadapi masa depan yang penuh dengan peluang
dan tantangan teknologi."
Kesimpulan dari Komentar Pak Erwin Marwiansyah:
Komentar dari Pak Erwin Marwiansyah menegaskan bahwa
pembelajaran koding dan AI di SMP Labschool Jakarta tidak hanya
mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir
kreatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dunia digital. Sebagai
wali kelas, Pak Erwin melihat perkembangan positif dalam karakter dan kemampuan
siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan masalah.
Pembelajaran ini, menurut Pak Erwin, juga merupakan langkah
penting untuk mempersiapkan siswa beradaptasi dengan kemajuan teknologi,
serta berinovasi secara bijak dan beretika di masa depan.
Penulis
ALYSSA KAYLA_03_8F








Sangat bermanfaat 👍
ReplyDeleteartikel ini keren sekali, saya sukaaaaa banget
ReplyDeletebagus banget
ReplyDelete